Selasa, 05 Juni 2012

siklus hidup taenia taeniaeformis


SIKLUS HIDUP TAENIA TAENIFORMIS
Taenia taeniformis bersifat hermafrodit sehingga 1 ekor cacing taenia taeniformis dapat menghasilkan telur sendiri  pada masing – masing segmen. Setelah menghasilkan itu segmen tersebut akan terlepas dari tubuh cacing tersebut dan akan keluar bersama feses.  Setelah diluar tubuh hospes (kucing) dalam  keadaan lingkungan yang mendukung maka telur cacing akan keluar dari dalam segmen. Telur inilah yang bersifat infektif dan dapat berkembang menjadi cacing taenia taenieformis dewasa. Apabila telur-telur ini termakan oleh tikus  maka telur ini akan menetas didalam usus dari hewan tersebut dan menjadi larva stadium pertama (hexacanth). Setelah itu bermigrasi ke dinding usus dan berkembang menjadi larva stadium kedua ("strobilocercus" ) atau biasa disebut kista. Dalam dunia hewan tikus merupakan mangsa dari kucing dan apabila kucing memakan tikus yang  terinfestasi kista taenia taenieformis maka kucing tersebut akan terinfeksi. Didalam saluran pencernaan kucing kista ini akan membentuk scoleks dan akan menempel pada dinding-dinding usus kucing dan mulai memakan sari-sari makanan dalam usus hospes sampai menjadi dewasa dan kemudian menghasilkan telur yang nantinya keluar bersama feses.
Gejala klinis
Kucing yang terinfeksi cacing taenia taenieformis akan menunjukan gejala-gejala klinis sebagai berikut :
Ø  Diare
Diare terjadi karena apabila cacing berpidah dari satu titik pada usus ke titik lain pada saat menghisap sari-sari makanan sehingga menimbulkan perlukaan pada dinding usus. Karena adanya perlukaan ini akan mengakhibatkan  usus tidak mampu lagi menyerap sari-sari makanan sehinggah sari-sari makanan tersebut akan dikeluarkan malalui anus bersama sisa-sisa makanan yang tidak terserap lainya.
Ø  Perineum atau iritasi anus
Ø  Kucing menjadi muda marah
Ø  Muntah-muntah bila terjadi penyumbatan pada usus
Ø  Perubahan napsu dan keinginan untuk makan
Ø  Bulu rontok dan kusam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar